Pembelajaran Ekstrakurikuler PAI: Suatu Pengantar

28Pelaksanaan pendidikan yang berkualitas sangat tergantung terhadap keseriusan para penyelenggara pendidikan, baik formal, informal maupun nonformal. Pendidikan formal dewasa ini, membutuhkan perhatian yang tinggi, sehinga proses pembelajaran pada jenjang pendidikan ini dapat berjalan dengan baik.

Kegiatan pendidikan formal dikemas dalam bentuk kurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler. Kurikuler dan kokurikuler telah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan memfokuskan pada  pembelajaran klasikal baik dalam kelas maupun di luar kelas. Namun pada sisi lain, ekstrakurikuler juga harus berjalan sesuai dengan standar yang ada.

Dalam hal ini, kegiatan ekstrakurikuler dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dapat ditemukan dalam program pengembangan diri. [1] Dalam panduan tersebut dijelaskan bahwa pengembangan diri terdiri dari dua jenis kegiatan yaitu bimbingan konseling dan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan di sekolah, secara sederhana dapat mendatangkan manfaat terhadap, siswa, masyarakat, dan sekolah. Dengan manfaat tersebut, sekolah bisa menjadi lebih terkenal dan populer dan bahkan bisa dijadikan sebagai tempat promosi sekolah kepada masyarakat.

Dalam usaha membina dan mengembangkan pogram ekstrakurikuler ada hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu di antaranya sebagai berikut: (1) Materi kegiatan yang dapat memberikan pengayaan bagi siswa. (2) Sejauh mana mungkin tidak terlalu membebani siswa. (3) Memanfaatkan potensi alam lingkungan. (3) Memanfaatkan kegiatan-kegiatan industri dan dunia usaha. [2]

Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, merupakan bagian dari struktur kurikulum sekolah dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Sebagai bagian dari kurikulum sekolah, mata pelajaran pendidikan Islam mendapatkan tempat yang sangat penting sekali, karena telah mendapatkan pengakuan yuridis formal dalam Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan.[3] Ini artinya bahwa pendidikan agama di dalamnya termasuk pendidikan agama Islam sangat urgen untuk dilaksanakan di sekolah.

Menelaah kegiatan ekstrakurikuler pada sekolah, kegiatan yang bersifat ekstrakurikuler keagamaan perlu selalu didorong, sehingga menampakan kegiatan sekolah yang penuh dengan semangat religius. Dalam artian bahwa mata pelajaran pendidikan agama Islam mengandung unsur pembelajaran yang terdapat dalamnya kegiatan ekstrakurikuler.

Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pendidikan agama Islam di sekolah akan memberikan banyak manfaat tidak hanya terhadap siswa tetapi juga bagi efektivitas penyelenggaraan pendidikan di sekolah, seperti yang telah penulis kemukakan di atas. Begitu banyak fungsi dan makna kegiatan ekstrakurikuler dalam menunjang tercapainya tujuan pendidikan. [4]

Hal ini akan terwujud, manakala pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan sebaik-baiknya khususnya pengaturan siswa, peningkatan disiplin siswa dan semua petugas. Biasanya mengatur siswa di luar jam-jam pelajaran lebih sulit dari mengatur mereka di dalam kelas. Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler melibatkan banyak pihak, memerlukan peningkatan administrasi yang lebih tinggi. Dalam beberapa kegiatan ekstrakurikuler guru terlibat langsung dalam pelaksanaannya. Keterlibatan ini dimaksudkan untuk memberikan pengarahan dan pembinaan juga menjaga agar kegiatan tersebut tidak mengganggu atau merugikan aktivitas akademis. Yang dimaksud dengan pembina ekstrakurikuler adalah guru atau petugas khusus yang ditunjuk oleh kepala sekolah untuk membina kegiatan ekstrakurikuler.

Untuk melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler dilakukan oleh guru yang diberikan amanah untuk mengelola kegiatan tersebut. Seorang guru atau pembimbing ekstrakurikuler dituntut untuk memiliki keahlian dan skill tertentu, karena tidak semua guru dapat menjadi pembimbing kegiatan tersebut.

Balai Diklat Keagamaan Padang sebagai bagian dari lembaga pendidikan dan pelatihan yang ditugasi untuk mendidik, mengajar, dan melatih PNS, di mana di dalam PNS tersebut terdapat para guru, memiliki program untuk mendiklatkan guru-guru pendidikan agama Islam pada tingkat SD[5]. Dalam kegiatan diklat tersebut, salah satu materi yang diberikan adalah pengembangan diri yang di dalamnya diarahkan pada kegiatan ekstrakurikuler.

Dalam upaya ini, materi ekstrakurikuler pendidikan agama Islam memiliki nilai dan tempat tersendiri pula. Dalam pembelajaran di diklat, para peserta diklat (guru-guru PAI SD) diajak untuk melakukan kegiatan ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam yang dapat diterapkan pada sekolah masing-masing dengan harapan, sekolah tersebut memiliki kegiatan ekstrakurikuler yang berjiwa religius.

Dalam pandangan sementara penulis, materi ekstrakurikuler pendidikan agama Islam yang diberikan pada diklat guru mata pelajaran pendidikan agama Islam SD ini berjalan dengan baik dan diterima dengan senang hati serta rasa gembira oleh peserta diklat (guru-guru PAI SD). Berikutnya memunculkan persoalan, apakah materi yang diterima dalam pembelajaran diklat guru mata pelajaran PAI SD yang berkaitan dengan materi ekstrakurikuler pendidikan agama Islam dapat dibawah dan diterapkan pada sekolah masing-masing.


[1] Depdiknas, Panduan Pengembangan Diri, (Jakarta: Depdiknas ), h. 12

[2] http://makalahpai.blogspot.com/2008/11/program-ekstrakurikuler-pendidikan.html tanggal 1 April 2009 jam 11.30

[3] Depag, Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan¸(Jakarta: Depag).

[4] http://makalahpai.blogspot.com/2008/11/program-ekstrakurikuler-pendidikan.html tanggal 1 April 2009 jam 11.30

[5] Berkaitan dengan tujuan diklat secara umum dapat ditemukan dalam Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil bahwa tujuan Diklat terdapat dalam pasal 2 yakni pertama, meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas jabatan secara profesional dengan dilandasi kepribadiandan etika PNS sesuai dengan kebutuhan instansi. Kedua, menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Ketiga, Memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan , pengayoman, dan pemberdayaan masyarakat. Keempat, menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan demi terwujudnya kepemerintahan yang baik. Dari keempat tujuan diklat di atas, Menteri Agama, melalui KMA No. 1 Tahun 2003 tentang Pedoman Pendidikan dan Pelatihan PNS di Lingkungan Departemen Agama menambah satu tujuan diklat terutama di kalangan Departemen Agama yakni memantapkan jati diri pegawai Departemen Agama yang berdasarkan pada komitmen , tanggung jawab, kejujuran, dan pengabdian profesi dalam pelaksanaan tugas dalam jabatan masing-masing.

2 Tanggapan

  1. asalamualaikum…
    pak ,,,,
    bapak punya informasi mengenai sekolah yang terdapat ekstarakulikuler keagamaan yang cukup baik?

  2. Yah..minmal wkt diklat kan sharing bersama…tar sampai di sekolahnya action..kl ga ada aplkasi dr diklat yah…percuma dung!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: