Mengenal Diklat Di Tempat Kerja (DDTK)

ag00003_Sebagaimana diketahui bahwa diklat memegang peranan penting dan memiliki kontribusi yang cukup besar dalam mempersiapkan aparatur yang tidak saja profesional di bidangnya tetapi juga memiliki etos kerja tinggi serta selalu menjunjung tinggi etika dan moral yang tidak hanya dipahami dalam tataran teoritis, namun dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas dalam kehidupan sehari-hari, oleh sebab itu manajemen Departemen Agama telah meletakkan secara proporsional fungsi kediklatan melalui pemberian kewenangan seluas-luasnya kepada unit diklat untuk menyelenggarakan dan mengembangkan program diklat bagi pegawai Departemen Agama secara jelas diatur dalam PMA Nomor 3 Tahun 2006 yang kemudian diterjemahkan ke dalam kebijakan teknis Kepala Badan Litbang dan Diklat Departemen Agama.

Menyimak pengarahan Kepala Badan Litbang dan Diklat Departemen Agama tanggal 5 Desember 2008 dihadapan pegawai dan widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Padang, bahwa Paradigma Baru Kediklatan di lingkungan Departemen Agama tahun 2009 adalah meningkatkan intensitas pelaksanaan diklat reguler kuantitas maupun kualitas, mengembangkan Diklat Di Tempat Kerja (DDTK), mengembangkan Diklat Jarak Jauh (DJJ), pemberdayaan Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Kelompok Kerja Pengawas (POKJAWAS) dan Kelompok Kerja Penyuluh (POKJALUH), serta meningkatkan kerjasama dengan unit kediklatan lainnya seperti Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidikan Teknologi Komunikasi (P4 TK) dan lainnya.

Berikut penulis akan coba membahas konsep Diklat Di Tempat Kerja (DDTK) berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Di Tempat Kerja yang dikeluarkan oleh Pusdiklat Tenaga Teknis Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Departemen Agama tahun 2009.

Apa itu DDTK? Diklat Di Tempat Kerja (DDTK) adalah diklat yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan bekerjasama dengan satuan kerja di lingkungan Departemen Agama yang ditujukan untuk meningkatkan kompetensi teknis bagi PNS yang bertugas sebagai pegawai tenaga teknis keagamaan dan atau para pegawai non PNS yang membantu pelaksanaan tugas-tugas substantif Departemen Agama berdasarkan kebutuhan riil sebagai diskrepansi (gap competency) dan dilaksanakan di tempat kerja dengan durasi minimal 40 jam diklat

Tujuan DDTK adalah untuk meningkatkan kompetensi teknis PNS dan non PNS Departemen Agama sesuai tugas dan jabatannya masing-masing, serta mengembangkan wawasan tugas pegawai terkait dengan peraturan/ kebijakan/ketentuan baru, teknologi baru, atau pengetahuan-pengetahuan baru yang relevan dengan tugas pokok dan fungsinya, memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi seluruh tenaga teknis keagamaan di lingkungan Departemen Agama untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan sekaligus sebagai upaya akselerasi siklus diklat, sehingga para pegawai diharapkan dapat didiklat minimal 3 tahun sekali untuk pegawai di wilayah Indonesia Timur dan minimal 4 sekali untuk pegawai di Indonesia Barat.

Sasaran Diklat terdiri dari tenaga pendidik, tenaga kependidikan, tenaga teknis non kependidikan.

Adapun Prinsip penyelenggaraan Diklat Di Tempat Kerja (DDTK):

1. Program DDTK harus dirancang berdasarkan diskrepansi (gap competency) secara specipik dan dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan klasikal di lokasi yang dipilih dan atau pembelajaran di tempat kerja dalam rangka peningkatan kompetensi tenaga teknis keagamaan

2. Program DDTK yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan bekerjasama dengan satuan kerja, dirancang dalam rangka meningkatkan kompetensi teknis pegawai melalui program pendidikan dan pelatihan.

3. Materi yang akan diberikan dikemas sesuai kebutuhan satuan kerja dengan menggunakan fasilitas kerja yang tersedia.

4. Monitoring dan evaluasi penyelenggaraan DDTK dilakukan secara berkala oleh penanggung jawab program

5. Setiap kegiatan harus diakhiri dengan laporan.

Alternatif Jenis Diklat DI Tempat Kerja (DDTK)

1) Diklat Kependidikan :

No.

Jenis Diklat

Kelompok Sasaran

1.

Implementasi KTSP

1. Guru

2. Kepala Sekolah

3. Pengawas Pendidikan

2.

Penyusunan RKM/RPM

1. Guru

2. Kepala Sekolah

3. Pengawas Pendidikan

3.

Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran

1. Guru

2. Widyaiswara

4.

Pembelajaran Tematik

Guru

5.

Penilaian Berbasis Kelas

1.Guru

2.Widyaiswara

6.

Materi Esensial sesuai mata pelajaran

Guru

7.

Strategi Menghadapi UjianAkhir Nasional

Guru

8.

Model-model pembelajaran

1. Guru

2. Widyaiswara

9.

Penelitian Tindakan Kelas

Guru

10.

Penghitungan Angka Kredit

1. Guru

2. 2. Widyaiswara

11.

Metologi Pembelajaran

1. Guru

2. 2. Widyaiswara

12.

Teknis Keagamaan

Widyaiswara

13.

Pendidikan Diniyah dan Ponses

Guru

14.

Sertifikasi Guru

Guru

2) Diklat Tenaga Kependidikan

No.

Jenis Diklat

Kelompok Sasaran

1.

Supervisi Pendidikan

Pengawas

Kepala Sekolah

2.

Penelitian

Peneliti, Dosen

3.

Pengelolaan Laboratorium

Laboran

3) Diklat Non Kependidikan

No.

Jenis Diklat

Kelompok Sasaran

1.

Kepenghuluan

Penghulu/Staf KUA

Pembina kepenghuluan

2.

Keluarga Sakinah

Ka.KUA, Penghulu/Staf

KUA/Pembina Kel.Sakinah

3.

Kemasjidan

DKM/Pembina Kemasjidan

4.

Zakat dan Wakaf

Ka.KUA/Penyuluh/PPAIW/

Amil Zakat, Nazhir Wakaf

5.

Produk Halal

Auditor/Pembina Produk Halal

6.

Hisab Rukyat

Ka.KUA/Penyuluh/Penghulu

7.

Haji

Ka.KUA/Penyuluh

Kasi /SatafGara haji

8.

Penerangan Agama

Penyuluh/dan Staf Penerangan

9.

Penyuluh Agama

Penyuluh Fungsional

Penyuluh Agama Honorer

10.

Materi esensial sesuai kebutuhan

Tenaga Teknis Keagamaan

11.

Penghitungan Angka Kredit

Penghulu/Penyuluh

12.

Penulisan Karya Tulis Ilmiah

Penghulu/Penyuluh

Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa DDTK mempunyai banyak manfaat antara lain: efisiensi pembiayaan pelaksanaan diklat, mampu menjangkau target diklat yang lebih luas, memberikan kesempatan yang besar kepada seluruh pegawai Departemen Agama untuk mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya. Sedangkan bagi widyaiswara akan dapat meningkatkan peran sesuai tuntutan diklat itu sendiri.

Ditulis oleh: Dra. Hj. Artina Burhan, M.Pd. Widyaiswara Madya pada Balai Diklat Keagamaan Padang

Satu Tanggapan

  1. Apa BDK Padang sudah laksanakan ddtk tik mas? bisa dong dikasih kursilnya. soalnya kalau lihat juknisnya pendalaman materi hanya powerpoint dan flash…. ada materi yang lain yang dimasukkan, atau hanya itu sj. terima kasih…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: