Peranan Pendidik: Suatu Kajian dalam Pendidikan Islam

Secara umum peranan pendidik (guru) dalam dunia pendidikan dapat dikelompokkan ke dalam empat peranan, yakni: pertama, peranan dalam proses belajar mengajar; pendidik sebagai demonstrator, pengelola kelas, mediator dan fasilitator dan evaluator, kedua, peranan dalam pengadministrasian, ketiga, peranan secara pribadi, dan keempat, peranan secara psikologis.[1]

Peranan pendidik dalam proses belajar mengajar sebagai demonstrator dimaknai sebagai penguasaan materi pelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik dengan selalu menambah ilmu pengetahuan, karena pendidik mesti juga berperan sebagai peserta didik dalam konteks menambah ilmu. Penguasaan materi pelajaran dimaksudkan juga penguasaan dalam bentuk menyusun silabus mata pelajaran, di mana pendidik harus dapat menetukan kompetensi dasar, hasil belajar, indikator, tema, strategi, media dan penilaian.[2] Pendidik (guru) sebagai pengelola kelas (learning manager) dimaksudkan pendidik harus mampu mengelola kelas sebagai lingkungan belajar (learning empoywer) dengan aspek pengelolaan yang terorganisir, sehingga belajar menjadi menyenangkan. Pendidik (guru) sebagai mediator dan fasilitator dimksudkan bahwa pendidik harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang banyak tentang media pendidikan, karena dengan mempergunakan media yang baik akan lebih meransang peserta didik untuk melakukan proses pembelajaran. Pendidik sebagai evaluator dimaksudkan bahwa pendidik dalam periode tertentu — semester dalam konteks kurikulum 2004 — harus mampu melakukan evaluasi secara bertanggungjawab dengan landasan profesionalisme.

Peran pendidik dalam pengadministrasian, menurut Usman, pendidik harus berperan sebagai pengambil inisiatif, wakil masyarakat, orang yang ahli dalammata pelajaran, penegak disiplin, pelaksanan administrasi pendidikan, pemimpin generasi muda, dan penerjemah kepada masyarakat.

Peran pendidik apabila dilihat dari dirinya sendiri, bahwa pendidik itu berperan sebagai petugas sosial, pelajar dan ilmuwan, orang tua yang mewakili orang tua murid di sekolah/madrasah, pencari teladan dan pencari keamanan.

Peran pendidik secara psikologis, bahwa pendidik dipandang sebagai ahli psikologi pendidikan, seniman dalam hubungan antar manusia, pembentuk kelompok sebagai jalan dalam pendidikan, orang yang mempunyai pengaruh dalam menimbulkan pembaharuan, dan petugas kesehatan mental.

Bila hal ini dilihat dari pendapat Djamarah, peranan pendidik (guru) itu adalah pertama, sebagai korektor, di mana pendidik harus dapat membedakan mana nilai baik dan buruk dalam pelaksanaan pendidikan, kedua, sebagai inspirator, di mana pendidik harus dapat memberikan ilham yang baik bagi kemajuan belajar peserta didik, ketiga, sebagai informator, di mana pendidik harus dapat memberikan informasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, keempat, sebagai organisator, di mana pendidik harus mampu mengelola kegiatan pembelajaran, kelima, sebagai motivator, di mana pendidik harus mendorong peserta didiknya agar bergairah dan aktif dalam proses pembelajarannya, keenam, sebagai inisiator, pendidik harus menjadi pencetus ide-ide kemajuan dalam pendidikan dan pembelajaran, ketujuh, sebagai fasilitator, pendidik harus menyediakan fasilitas untuk memudahkan proses pembelajaran, kedelapan, sebagai pembimbing, pendidik harus melakukan bimbingannya kepada peserta didiknya agar dapat berkembangan ke arah yang positif, kesembilan, sebagai demonstrator, pendidik harus mampu memberikan pehaman materi pelajaran kepada peserta didik dengan baik, kesepuluh, sebagai pengelola kelas, pendidik harus mampu mengelola kelas dengan dinamis sehingga suasana kelas lebih menyenangkan, kesebelas, sebagai mediator, pendidik harus mengetahui pemanfataan media pendidikan secara benar dan tepat, keduabelas, sebagai supervisor, pendidik harus membantu, memperbaiki dan menilai secara kritis terhadap proses pembelajaran, dan ketigabelas, sebagai evaluator, pendidik harus menjadi seorang evaluator yang baik dan jujur dengan memberikan penilaian yang menyentuh ke semua aspek ekstrinsik dan instrinsik.[3]

Dari pendapat kedua di atas dapat dipahami bahwa peranan pendidik pada prinsipnya baik oleh Usman maupun Djamarah sama-sama menekankan kepada upaya untuk memperlancar proses pendidikan, walaupun dari jumlah option Djamarah lebih lengkap dibandingkan dengan Usman, tetapi tidak mengurangi peranan dari pendidik tersebut.

Dalam konteks pendidikan Islam, Kamrani Buseri, menekan bahwa peranan pendidik adalah untuk menumbukan nilai Ilahiyah terhadap peserta didik.[4] Nilai Ilahiyah berkaitan dengan konsep tentang Ketuhanan dan segala sesuatu bersumber dari Tuhan. Nilai Ilahiyah berkaitan dengan nilai imaniyah, ubudiyah, dan mu’amalah. Dalam hal ini pendidik mesti berusaha sekuat kemampuannya untuk mengembangkan diri peserta didik nilai-nilai imaniyah, ubudiyah dan mu’amalah tersebut. Peranan pendidik dalam penumbuhan nilai-nilai Ilahiyah akan lebih meningkat bila disertai dengan berbagai perubahan penghayatan dan penerapan strategi yang disesuaikan dengan perkembangan jiwa peserta didik.

Abuddin Nata menguraikan bahwa peranan pendidik harus mampu melaksanakan inspiring teaching yaitu pendidik yang melalui kegiatan mengajarnya mampu mengilhami murid-muridnya. Ilham dimaksud adalah pendidik yang mengembangan gagasan-gagasan besar dari peserta didiknya untuk lebih diperdalam lagi selama proses pembelajaran berlangsung baik dalam kelas maupun di luar kelas.[5]

Dalam kaitan dengan peranan pendidik ini, al-Nahlawi menganjurkan hendaknya pendidik mencontoh peranan yang telah dilakukan para nabi dan pengikutnya.

 


[1] Muh. Uzer Usman, op.cit., h. 9-13

 

[2] Lihat Nurhadi, Kurikulum 2004 (Pertanyaan dan Jawaban),  (Jakarta: Grasindo, 2004), h. 146

[3] Syaiful Bahri Djamarah, op.cit., h. 43-49

 

[4] Kamrani Buseri, Antologi Pendidikan Islam dan Dakwah¸ (Yogyakarta: UII Press, 2003), h. 57-65

 

[5] Lihat Abuddin Nata, Manajemen … op.cit., h. 145-147

5 Tanggapan

  1. salam bang, lai sehat kan? singgah ka blog ambo yo.

  2. main ke blog ambo bang, taragak ambo ma…lai sehat kan?

  3. Koq bahasa Bapak campur-campur gitu Pak???? Front Page (Bahasa Inggris), Tentang ku (Bahasa Indonesia)……??????? Atau mungkin bisa ditambah satu lagi Pak… Bahasa Minangkabau…. Ha…ha…ha..

  4. Koq bahasa Bapak campur-campur gitu Pak???? Front Page (Bahasa Inggris), Tentang ku (Bahasa Indonesia)……??????? Atau mungkin bisa ditambah satu lagi Pak… Bahasa Pesisir Selatan…. Ha…ha…ha..

  5. tulisan nya sangat bagus untuk di baca…..
    saya mengunduh tulisan ini untuk referensi dan bacaan di rumah,,,,
    terima kasih pak…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: