Tantangan Masa Depan dan Angin Segar Widyaiswara

Menjawab harapan kalangan widyaiswara, pemerintah melalui Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) telah menetapkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PERMENPAN) Nomor 14 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Angka Kreditnya ditandatangani oleh Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara pada tanggal 25 September 2009. Peraturan ini merupakan perubahan dari Peraturan MENPAN Nomor PER/66/M.PAN/6/2005.

Perubahan PermenPAN ini sebagaimana dilansir oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) (http://www.ditbin-widyaiswara.or.id/permenpan.html tgl 11 Februari 2010 jam 23.50 wib) dilandasi oleh suatu kajian yang mendalam mengenai pelaksanaan dan evaluasi pelaksanaan peraturan tersebut di lapangan yang dilakukan oleh LAN sebagai instansi pembina jabatan fungsional Widyaiswara.
Berikut ini beberapa perubahan pokok yang terdapat dalam PERMENPAN Nomor 14 Tahun 2009 dibandingkan dengan PERMENPAN Nomor PER/66/M.PAN/6/2005 antara lain adalah:

Substansi Perubahan PERMENPAN Nomor PER/66/M.PAN/6/2005  Tahun 2005 PERMENPAN Nomor 14 Tahun 2009
Definisi Lembaga Diklat

Sebagai pengelola diklat Disamping sebagai pengelola diklat juga sebagai pengembangan SDM
Standar Kompetensi Widyaiswara Belum diatur Diatur mengenai Standar Kompetensi Widyaiswara yang meliputi:

  1. Kompetensi Pengelolaan Pembelajaran;
  2. Kompetensi Kepribadian;
  3. Kompetensi Sosial; dan
  4. Kompetensi Substansi
Ruang Lingkup Tugas Widyaiswara

Mendidik, mengajar dan melatih PNS Diubah menjadi melakukan tugas mendidik, mengajar dan melatih PNS dan Non-PNS sepanjang menjadi tupoksi lembaga diklat yang bersangkutan
Penjenjangan Diklat dan Sertifikasi

Widyaiswara bertugas mendidik, mengajar, dan melatih pada jenjang diklat sesuai dengan jenjang jabatannya Widyaiswara bertugas mendidik, mengajar dan melatih sesuai dengan kompetensinya yang dibuktikan dengan sertifikasi
Batas Usia Pengangkatan Pertama dalam Jabatan Widyaiswara

Batas usia paling tinggi pada saat SK Pengangkatan diterbitkan adalah 50 tahun Untuk memenuhi formasi Widyaiswara Diklatpim Tk I dan II diperbolehkan di atas 50 tahun dengan syarat memenuhi formasi yang ditetapkan dan lulus uji kompetensi
Pemeliharaan dalam Jabatan Tidak diatur Bagi Widyaiswara Madya IV/c yang tidak tersedia formasi pada jenjang Widyaiswara Utama, maka diberikan tugas mengumpulkan angka kredit 20 setiap tahunnya sebagai angka kredit pemeliharaan
Kewajiban mengikuti Diklat Kewidyaiswaraan Berjenjang Tidak diatur Diklat Kewidyaiswaraan Berjenjang menjadi salah satu syarat kenaikan jabatan widyaiswara

Untuk menindaklanjuti Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PERMENPAN) Nomor 14 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Angka Kreditnya ini, tentu petunjuk dan pelaksanaannya akan diatur oleh  Kepala LAN dan Kepala BKN. Semoga dalam waktu yang tidak terlalu lama, akan keluar Peraturan Bersama Kepala LAN dan Kepala BKN tersebut, sehingga tahun 2010 ini, widyaiswara akan menyesuaikan dengan Peraturan tersebut.

Dengan adanya Peraturan ini merupakan angina segara yang datang berhembus serta merupakan tantangan baru yang akan dihadapi oleh semua widyaiswara. Semoga mendapat nuansa dan semangat baru. Bravo Widyaiswara

Sumber:

Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PERMENPAN) Nomor 14 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Angka Kreditnya. untuk mendapatkan Permenpan ini silakan klik PERMENPAN 14 TAHUN 2009

http://www.ditbin-widyaiswara.or.id/permenpan.html tgl 11 Februari 2010 jam 23.50 wib

About these ads

5 Tanggapan

  1. Uda, rancak bana, ambo raso ….?!?!

  2. Sehubungan terbitnya (PERMENPAN) Nomor 14 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Angka Kreditnya dapat kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:
    1.terbitnya aturan tersebut merupakan angin panas (puting beliung) bagi widyaiswara, kenapa demikian. jabatan widyaiswara adalah jabatan fungsional, sesuai dengan filosofi jabatan fungsional adalah “kaya fungsi miskin struktur” kenapa bagi widyaiswara golongan IV/c untuk naik pangkat menjadi IV/d (utama) harus menunggu tersedianya formasi dan bahkan diharuskan mengumpulkan angka kredit pemeliharaan (20). kebijakan ini merupakan proses pembodohan secara sistemik terhadap para widyaiswara.

    2.terkait masalah jenjang diklat : widyaiswara yang mengajar di luar jenjang diklatnya tidak diakui angka kreditnya. Di perguruan tinggi, seorang profesor memiliki kewajiban untuk mengajar pada mahasiswa tingkat awal, hal ini adalah rasional karena kemampuan dan pengalaman profesor tidak hanya untuk mahasiswa pascasarjana namun juga bagi mereka yang baru menjadi mahasiswa.

    3. terkait masalah penempatan widyaiswara yang kurang memperhatikan kompetensi dan keahlian seorang widyaiswara, ada kesan suka-suka para pejabat struktural. hal ini bertentangan dengan prinsip “the right man in the right place”

    Terima kasih

    • Saya sangat setuju dengan pendapat Yth. Bp Adi s., namanya jabatan fungsional yang katanya kaya fungsi dan misikin struktur, khususnya untuk naik jabatan/pangkat dari IV/c ke IV/d kok harus menunggu adanya formasi, wahai pejabat bertobatlah karena anda telah bertindak dholim, anda berkuasa tidak lama dan akan dimintai pertanggungjawaban oleh Tuhan YME, tmk

  3. mantab pak ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: